Catatan Lebah Muda

Catatan kecil pemuda di kaki langit

Jumat, 29 Juni 2012

Jalan Panjang Mencari Negarawan




                Indonesia, sekilas tak ada ragu akan kebesaran bangsa yang sumber daya budaya dan manusianya melimpah ruah. Dulu bangsa ini pernah Berjaya dengan menyandang gelar macan asia karena perkembangan ekonomi , teknologi dan sosio politiknya yang begitu pesat pasca kemerdekaan dan chaos tahun 1966. Namun kejayaan itu perlahan tapi pasti mulai runtuh berganti dengan problematika yang patah tumbuh hilang berganti. Patah satu tumbuh seribu, hilang kecil muncul lebih besar.
                Permasalahan terkini yang bisa dengan mudahnya kita ketahui tentu saja permasalahan degradasi moral pemuda dan kepemimpinan. Tak ada lagi Soekarno yang kharismatik itu, tak ada lagi Buya Hamka yang cerdas lagi religious itu, tak ada lagi Hatta yang jujur tapi tegas itu, tak ada lagi Soedirman yang gagah berani itu. Kini sosok-sosok negarawan itu diganti oleh mereka-mereka yang membawa Indonesia hingga pada kondisi saat ini.
                Pertanyaan besar bagi pemuda kini adalah, mau jadi apakah masa mudamu dan masa depanmu? Kenapa tentang bangsa kita akan selalu berbicara tentang pemuda? Karena kita bicara masa depan makan kita akan selalu bicara pemuda, kita akan selalu bicara tentang generasi muda. Hal ini dipertegas dengan pernyataan tokoh-tokoh dan pemimpin dunia.seperti yang pernah disampaikan seorang tokoh pembaharu mesir, Hassan Albanna, “jika kamu ingin melihat masa depan suatu bangsa, lihatlah keadaan pemudanya”. Soekarno, proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia dalam pidatonya juga menegaskan vitalnya peran pemuda terhadap masa depan bangsa. Dalam pidato tersebut Soekarno mengatakan, “berikan aku seratus orang maka aku akan memindahkan Gunung Semeru dari tempatnya, tapi berikan aku 10 orang pemuda yang menggelora cintanya bagi bangsa, maka aku akan mengguncang dunia”. Mengapa sampai demikian besar perhatian dua tokoh dunia tersebut terhadap pemuda? Karena potensi yang dimiliki oleh kaum muda merupakan modal utama untuk membangun bangsa yang lebih baik.
                Dewasa ini memang sudah mulai banyak gerakan-gerakan luar biasa yang dilakukan oleh pemuda bangsa, hal yang paling terasa adalah dari sektor ekonomi berupa meningkatnya jumlah wirausahawan. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah wirausahawan per Januari 2012 mencapai 3,75 juta orang atau 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Kenaikan ini drastis mengingat pada 2010 tercatat angkanya masih 0,24 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sudah mulai timbul optimism menuju Indonesia mandiri secara ekonomi. Namun apakah itu sudah cukup? Kapan akan muncul sosok-sosok negarawan seperti Soekarno, Hatta, Hamka, Soedirman? Masih jauh rasanya, masih panjang jalannya. Lalu apakah kita harus menunggu berdiam diri? Jawabannya bangkit! Setiap diri kita adalah negarawan, setiap diri kita adalah pemimpin. Setiap kita adalah aktor perubahan bangsa.
                Untuk itu, sudah saatnya membangun optimisme diri sebagai pemuda, sebagai pribadi yang nantinya mengemban tugas meneruskan perjuangan membangun peradaban bangsa. Diawali dengan optimisme diri sendiri, optimisme untuk mampu melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat, dan optimisme untuk memulai segala bentuk kebermanfaat dari sekarang. Karena nantilah saatnya, hal-hal besar akan terjadi karena kita mampu mengatasi hal-hal kecil. Setiap diri kita adalah negarawan, setiap diri kita adalah pemimpin. Setiap kita adalah aktor perubahan bangsa. Mari bangkit, menjadi satu, untuk Indonesia Optimis!

 Dien Iqbal, Gresik, 28 Juni 2012     01.15 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senyumku, Senyummu Seindah Langit nan Biru



Hidup, banyak orang bilang tak semudah dikata. Memang, siapa yang bilang hidup itu mudah? Lika-liku, cobaan, ujian, dan musibah akan selalu hadir dalam kehidupan manusia. Tapi bukankah setiap permasalahan akan selalu ada solusinya? Ya tentu saja. Dari sekian banyak solusi dari setiap permasalahan kehidupan tentu ada beberapa hal sederhana yang setiap saat bias dilakukan dimanapun, kapanpun. Apakah itu? Banyak orang bertanya-tanya apakah ada solusi semudah itu? Tentu saja ada, lalu mengapa hal sesederhana itu tidak sempat terpikirkan oleh banyak orang? Bias jadi karena sebagian besar orang tidak menyederhanakan cara berpikir dalam menghadapi permasalahan. Apakah hal itu? Pasti bertanya-tanya. Ya, hal sederhana itu adalah senyum. Senyum ikhlas adalah obat, senyum ikhlas adalah solusi dari permasalahan. Dalam beberapa studi dan penelitian mengenai kesehatan, telah ditemukan hubungan antara senyum ikhlas dengan dampaknya terhadap kesehatan, seperti sebuah hasil penelitian yang dirilis oleh About menyebutkan 10 manfaat dari senyum, yaitu: 

1. Senyum membuat seseorang lebih menari, Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut atau meringis.

2. Senyum bisa mengubah suasana hati, Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Untuk itu jika merasa sedih, cobalah untuk tersenyum.

3. Senyum bisa menular, Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tapi juga orang-orang disekitarnya, dan membuat hal-hal menjadi lebih bahagia. Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.

4. Senyum bisa meredakan, stress Orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah. Jika sedang stres, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan.

5. Senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Tersenyum bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik. Ketika seseorang tersenyum maka fungsi imun meningkat yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan terhindar dari penyakit seperti flu dan pilek.

6. Senyum menurunkan tekanan darah, Ketika tersenyum maka ada penurunan nilai tekanan darah yang terukur. Cobalah mengukur tekanan darah saat duduk di rumah sambil membaca, lalu tersenyum selama 1 menit dan mengukur tekanan darah kembali, maka akan terlihat perbedaan.

7. Senyum bisa melepaskan endorfin penghilang rasa sakit dan serotonin, Studi telah menunjukkan senyum bisa melepaskan endorfin, senyawa yang bisa mengurangi rasa sakit secara alami dan serotonin. Ketiganya bisa membuat orang merasa lebih baik dan menjadi obat yang alami.

8. Lipatan senyum di wajah bisa membuat orang terlihat lebih muda, Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum bisa membantu mengangkat wajah sehingga membuat orang tampak lebih muda. Karenanya cobalah lebih sering tersenyum agar merasa lebih muda dan lebih baik.

9. Tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses, Orang yang tersenyum akan terlihat lebih percaya diri sehingga lebih dipromosikan, selain itu pasang senyum di setiap pertemuan akan memiliki reaksi yang berbeda.

10. Senyum bisa membantu orang tetap positif, Senyum akan membuat orang lebih positif dan mengurangi pikiran negatif. Dengan mengurangi depresi, stres dan khawatir maka kesehatan seseorang juga akan meningkat dan menghindarinya dari berbagai risiko penyakit. Jadi, apalagi alasan untuk tidak tersenyum? Memulai tersenyum untuk Indonesia optimis! :) 


Dien Iqbal, Gresik, 28 juni 2012       02.34 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 30 Desember 2011

Bukit dan Pencakar Langit



Angin, dalam gerak berjatuhan membawa dingin.
Dingin yang membaur dalam sepi kala menjemput satu persatu mereka yang kan pergi.
Pergi mencari suatu tanda dimana ada damai dalamnya.
Ada tawa yang takkan pernah usang
Sedangkan mereka masih sibuk mencari makan untuk menyumpal mulut mereka.
Mereka yang lupa bahwa ada asap pekat menghitam menyergap mimpi
Mimpi mereka yang masih ada di tetek ibunya.
Bukan kabut yang menyejukkan di kala pagi di lereng Gede, bukan pula Pangrango ataupun Rinjani.
Mata mereka itu hitam sepekat kopi yang diseduh pagi buta. Tak bersisa pandang meski ada paku didalamnya.
Mati saja lah kau jika matimu lebih baik daripada melihat si kecilku menangis lapar.
Bumi pertiwi nan agung laksana istana surga pun tak sudi menelan jasadmu, sampah.
Kami disini tak cari mati tapi akan selalu berhadapan dengan mati.
Biar saja kami mati dengan harga diri, menerbang tinggi jejak abadi kebesaran pertiwi.
Bukan denganmu, bukan. Aku dan bocah –bocah itu nanti. Demi cinta, demi damai, demi bunda.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sebuah Refleksi dalam Bima yang Melaju



Kamis, 25 Agustus 2011-Jum’at , 26 Agustus 2011

Malam ini sedikit menabur aroma haru..
Aku berpikir tentang kejadian yang akan menanti, mendatangi dengan pasti, dengan siap menerkam, menyergap dengan angkuh..
Dan aku harus mempersiapkan kepedihan-kepedihan yang pasti pula..
Mestikah itu kusikapi dengan kepedihan-kepedihan yang menghitam pekat..
Bukankah aku bermimpi untuk tersenyum..
Mengupayakan setiap nafas adalah memberi arti, memberi kehidupan, berbakti, berkarya dalam alunan pengetahuan yang melekat erat dalam pikiran..
Bayangkan saja..hamba ini manusia biasa yang merasa diberkati dalam hidupNYA..
Berhasil melalui tiap-tiap ujian yang bahkan hamba sendiri merasa tak mampu untuk menjalani dengan baik..
Aku hanya berpikir sejauh mana aku bisa bertahan di tepian keraguan, dunia yang penuh keraguan, menyelimuti setiap penat pikiran..
Hingga kadang aku perlu sedikit berlari menjauh karena tak tahan..
Sebenarnya apa? Apa? Mengapa? Aku tahu bahwa aku belum memiliki kapasitas yang cukup mumpuni untuk melakukan kritisasi terhadap ketidakadilan..
Haruskah aku ini mencecar satu per satu, memaknai tiap derai air mata yang enggan berhenti untuk menyapa dunia..
Duniaku yang penuh dengan ketidkpastian..dunia yang selalu kujumpai belum berubah menaik, menanjak, mendaki..
Aku masih terjebak dengan keadaan sekitar, menarik minat sekaligus membelenggu keadaan masa depan..sesuatu yang tak pasti dan selalu menunggu untuk dikerjakan dan diselesaikan..
Aku tak pernah memiliki keinginan menjadi seorang anggota DPR, aku tak pernah memiliki bayangan kelak menjadi seorang pemimpin besar..
Karena aku tahu bahwa akan sangat banyak orang yang dari segi ilmu, akhlak, maupun moral akan berada jauh diatas standar yang aku punya..
Aku hanyalah orang biasa yang menyadari bahwa suatu kontribusi besar tak selalu berwujud besar..
Aku hanyalah orang yang beranggapan bahwa sekecil apapun kebaikan itu harus dilakukan..
Dan aku selalu berusaha untuk memulai tiap-tiap langkahku dengan berbuat nyata sekecil apapun..
Meskipun aku juga sering ragu terhadap situasi dan tindakan yang harus aku ambil..
Aku masih sering ragu..
Namun satu hal yang aku yakini adalah, aku pasti akan berbuat sesuatu untuk negeri ini, bangsa ini..
Martabat kami yang kini seperti ini..takkan lagi seperti ini..

Bergerak, dan melaju..belajar memahami, memaknai hidupku yang sempit ini..terus berkesinambungan..memajukan setiap jejak yang akan terus tertapak di bumi pertiwi kami yang damai..


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 25 Maret 2011

Angin Kehidupan



Sore itu, di tepian ku pandang langit yang semerbak berkicau..
Berteman pelangi jingga berkilauan..
Masih membuatku terjaga, bermimpi, berangan, berandai..
setiap jejak langkah yang terujar, membahana memaknai ukiran-ukiran karton biru yang kupandang sambil merona..

Sore itu, kurangkai mimpi, kususun strategi..
Hai, pelangi..aku tak jemu memandangmu, tersenyum terpaku, berujar sembilu-pilu..
tak hitamkan rona, langit bertutur tak ingin berhujan..
Indahnya membagi, berpola, mengangkasa bersama mimpi-mimpi itu..

Kini ku sendiri bersama bayang, yang dulu bukan..
Aku hanya sendiri, menikmati sore hari yang dulu bukan..
Aku hanya sendiri, ataukah menyendiri? mengasing di dunia yang asing..
Aku hanya diam atau hanya terdiam melihat dunia yang pendiam..padaku..

Akankah ku sendiri, melintas langit dan angkasa?
Akankah?

Sanggupkah kurajut mimpi ini sendiri?
Mimpi itu terlalu jauh? ataukah terlalu tinggi sekedar untuk digapai sendiri?
Mungkinkah aku?

Sedalam itukah?
Sehebat itukah?

Tak ada yang pasti, angin itu hidup tak untuk membuaiku, tak untuk mencercaku..
Hanya menghidupkanku..
Sendiri?
Ya, mungkin..selamanya..
Sendiri..
Hidup dengan angin, terbawa angin dan bersama angin..

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Selasa, 15 Februari 2011

Bila Yudis Jatuh Cinta



Bismillah..

Assalamu'alaykum..

ada satu masa, ketika kisah terukir, membuat jejaknya yang begitu nyata..membekas di setiap insan yang ingin membuainya..mengukir kisah, membekas kasih..

kisah yang biasa terjadi hampir setiap musim, tapi selalu heboh ketika terjadi lagi..
ya, teman saya yang satu ini memang luarbiasa..mengikat hati banyak hawa, karena memang si beliau ini seorang yang cerdas dan memikat..tapi ndapapa, memang fitrohnya tapi hati2 ya bung..bukan hanya untuk si yudis, tapi untuk semua..

hal yang paling kelihatan ketika yudis jatuh cinta..
1. nggarap tryout-e banter
2. nguya-ngguyu ae ket isuk
3. wajahe cerah nda muram2..

kebahagiaannya memancarkan berkah bagi orang2 sekitar meski belum mengenyangkan..haha..
selamat dan sukses bro..

(ditulis atas persetujuan yang pny nama..peace bro.. ^^v)

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senin, 27 September 2010

Lama, tak kembali



bismillah..assalamu'alaykum..

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..

sudah lama tak menulis disini..rindu rasanya, di tengah lelahnya diri..akhirnya bisa kembali bercerita pada benda mati ini..

yasudah..selamat datang kembali..semoga bisa konsisten menghasilkan karya-karya bermutu untuk pembalajaran bersama..insyaallah..

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO