Catatan Lebah Muda

Catatan kecil pemuda di kaki langit

Kamis, 27 Februari 2014

Pindah Rumah



Assalamu'alaykum

selamat pagi
selamat siang
selamat sore
selamat petang
selamat malam

sengaja saya haturkan segala waktu yang memungkinkan kau untuk bertemu.
teruntuk semua kawan dan rekan penikmat blog ini, saya ucapkan terimakasih banyak telah menyempatkan waktunya secara rutin untuk menengok tulisan-tulisan bodoh dan sederhana saya.
dengan hormat saya ucapkan bahwa blog ini telah saya pindahkan ke alamat baru.
jadi, jika masih berkenan untuk bertukar salam dan sapa, serta masih berminat membaca tulisan-tulisan bodoh saya, silahkan kunjungi alamat baru blog saya.

dienmochammad.wordpress.com

sekali lagi terimakasih banyak telah berkenan menjadi pembaca.

salam. :)

Dien Mochammad Iqbal

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rabu, 26 Juni 2013

Tawan




Senja datang tanpa menyapa dan memberi pertanda
Bunda datang membawa pikulan dari pasar
Bapak datang membawa kaleng biskuit lebaran
Orang-orang datang dan pergi sesukanya
Budak-budak makan sekena hati tuannya
Apakah pernah kau ketahui, ada sesuatu yang tak biasa
Yang seharinya hanyalah adalah temu yang biasa
Tak biasa bagi mereka yang tak terbiasa bertemu dengan yang tak biasa
Biasa bagi mereka yang terbiasa dengan yang biasa saja
Dan tak ada yang biasa dari ceritamu dan ceritaku
Aku sudah lama tertawan
Ada yang menawan dengan tak sadar
Aku yang tertawan dengan sadar
Ada yang menawan dengan menawan
Aku yang tertawan dengan kepasrahan
Ada yang menawan
Aku yang tertawan
Pernahkah kau lihat ujung malam pekat di tengah hujan pinggiran kotamu?
Ada yang setiap hari tertawan bicaramu
Ada yang setiap hari tertawan senyummu
Ada yang setiap hari tertawan anggunmu
Ada yang setiap hari tertawan lugas bicaramu
Ada yang setiap hari tertawan lembut tuturmu
Aku.

Dien Iqbal
Jakarta, 26 Juni 2013, 09:47 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Minggu, 23 Juni 2013

Suatu Hari




Suatu hari, jalan-jalan kian sepi
Pemuda-pemudi naik lagi ke tempat sembunyi
Tak ada lagi yang resah melihat pengemis di pinggir jalan cikini
Aku masih belum lupa dengan wajah-wajah memelas pedagang di stasiun UI
Akupun masih belum lupa wajah penjaja rokok dan miras yang masih muda-mudi
Jalan semakin jauh, aku menjauh, di tempat yang lain lagi
Suatu ketika, kelas-kelas telah sepi
Pemuda-pemudi menghilangkan diri
Guru tak lagi berarti
Bercuap dan berteriak mengabdi namun seolah tiada arti
Dimana muda-mudi?
Dimana anak ibu pertiwi?
Yang dulu gagah bernyanyi dan bersaksi
Kini tak lagi terdengar berbunyi
Dimana muda-mudi?
Dimana anak ibu pertiwi?
Yang dulu mencari ilmu kesana kemari
Kini guru hampir mati mencari mereka kesana-sini
Jalan-jalan telah sepi, menara-menara pemuas hati sesak terpenuhi
Katakan pemudamu telah pergi, katakan anak-anak ibu pertiwi sudah mati.
Menangislah ibu-ibu di malan hari
Mengamati buah hati yang sibuk mencari kopi
Harap dalam doa dan cinta ibu-ibu malam ini
Anaknya turun dan menyapa pejalan kaki
Memberi setidaknya sebuah senyuman di kelas-kelas pagi.
Pemuda-pemudaku, sapalah rakyatmu di pinggir jalan-jalan sore hari
Pemuda-pemudaku, masuklah kelas pagi-pagi.
Pemuda-pemudaku, masuklah masjid tiap adzan memanggil
Pemuda-pemudaku, penuhilah gereja ahad pagi
Pemuda-pemudaku, bangunlah subuh-subuh.

Dien Iqbal
Jakarta, 24 Juni 2013, 12:52 AM



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sabtu, 22 Juni 2013

Bapak Tuan, Ibu Nyonya



Bapak tuan, masihkah ingat dengan janji?
Bapak tuan, masihkah ingat dengan amplop-amplop putih itu?
Bapak tuan, masihkah ingat panggung-panggung meriah itu?
Bapak tuan, masihkah ingat lagu-lagu koplo yang kau putar itu?
Bapak tuan, masihkah ingat orasi-orasi miskin arti itu?
Bapak tuan , masihkah ingat kaos-kaos sablon murahan itu?
Bapak tuan, masihkah ingat aroma kecut penuh peluh itu?
Bapak tuan, masihkah ingat wajah-wajah yang kau bodohi?
Bapak tuan, masihkah ingat berbungkus nasi yang kau beri?
Bapak tuan, masihkah? Masihkah?
Ibu nyonya, masihkah ingat ibu-ibu dekil berdaster sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat menor rupa dandanmu sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat ibu-ibu yang menyanjung rupa palsumu sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat obat-obatan yang kau bayar sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat becek lumpur pasar sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat kecipak amis yang tak kau hiraukan sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah ingat tangan najis yang kau anggap suci sore tadi?
Ibu nyonya, masihkah? Masihkah?
Bapak, tuan. Ibu, nyonya. Masihkah ingat?
Kini mereka telah mati, sekian, dan terimakasih.

Dien Iqbal
Jakarta, 22 Juni 2013, 11:35 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 21 Juni 2013

ADA



Ada mahasiswa turun ke jalan
Ada mahasiswa diam di sudut kamar
Ada pemuda bersimbah peluh
Ada pemuda duduk menikmati cerutu
Ada bunda berdoa malam-malam
Ada anak memakinya
Ada malam-malam panjang penuh canda
Ada malam-malam penuh derita
Ada menara-menara di langit Sudirman
Ada puing-puing di stasiun Jakarta
Ada bocah-bocah berlarian main bola di jalanan
Ada bocah-bocah diperbudak peralatan
Ada pagiku cerah bersamamu
Ada pagiku hampa tanpamu
Ada siangku hangat merindukanmu
Ada siangku dingin tanpa candamu
Ada hari uang adalah tuan
Ada hari uang adalah hamba
Ada edelweiss mekar di savana papandayan
Ada bougenville mati di jalanan
Dimanakah kamu? Dimanakah peluh-peluh?
Dimanakah aku? Dimanakah kerut-kerut yang dulu? Kerut yang muncul karena marah.
Dimanakah ada? Dimanakah rasa? Dimanakah cinta?
Atau hanya kepastian ada dan tiada?
Ataukah hanya senda gurau belaka sebagai pemanis bualan kata-kata?

Dien Iqbal
Jakarta, 22 Juni 2013, 00:34 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 23 November 2012

Sebuah Tanda Untuk Berhati-hati




               Ya, kali ini kita tidak akan membahas hal yang serius. Beberapa saat ketika mencari inspirasi untuk menulis, ada sebuah artikel singkat namun sederhana yang sangat menginspirasi, atau mungkin lebih tepatnya sangat mengingatkan. Yuk mari disimak untuk memperbaiki hal-hal kecil dan sederhana yang seringkali terlewatkan di kehidupan kita. J
                Bahasan kali ini akan berfokus pada penggunaan bahasa yang memang bukan bahasa Indonesia, namun seringkali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “Amin” yaitu:
arti lafaz آمِّينَ (AMIN)
1.       ”A M I N” (alif & mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM.
2.       “A A M I N” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.
3.       ”A M I I N” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA.
4.       “A A M I I N” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI.
kesemuanya bermakna baik, tapi benar atau belum pemakaian kata2 tersebut? Supaya apa yang kita lafalkan benar dan sesuai dengan arti yang kita inginkan. Dalam hadits riwayat Muslim : “Ucapkanlah aamiin, niscaya Allah akan mengabulkan permohonan kamu”. Setiap berdoa dan setelah imam sholat membaca Al Fatihah. Aamiin mempunyai arti (Yaa ALLAH) kabulkanlah, Sementara Amin merupakan gelar, yakni yang bisa dipercaya.
Sekedar mengingatkan lagi, Rasulullah SAW mempunyai gelar Al Amin.
Hal lainnya dalam penggunaan bahasa arab adalah penulisan ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA. Bagi teman-teman yang masih suka menggunakan kata … ”Ass, Askum” dalam ucapan salam. ”Mohd” untuk panggilan nama Nabi Muhammad. ”Mosque” untuk panggilan sebuah masjid. ”4JJI” untuk panggilan Allah SWT. ”Mecca” untuk sebutan Mekah.
Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk! Karena arti dari kata tersebut adalah
Bismillah..
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.
1.       janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.
2.       jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.
3.       jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.
4.       jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.
5.       jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu’alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.
INGAT !!!
ASS = (maaf) PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU
Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu’alaykum
Semoga bermanfaat..

Sumber : http://motivationplannet.wordpress.com/


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Menjadi Kupu-kupu




         Sekali lagi dalam topic pembahasan kali ini tidak henti-hentinya saya, sebagai penulis membahas mengenai manusia. Kenapa manusia? Ya, karena kita manusia, dan kita merupakan objek yang memiliki amanah dari Tuhan untuk merawat dan menjaga bumi sebagai tempat hidup bagi kita yang telah disediakan. Manusia hidup berbekal pengalaman, setiap detik dari kehidupan kita merupakan suatu pembelajaran. Pengalaman lahir dari masa lalu yang telah berlalu. Seringkali kita sebagai manusia memiliki pengalaman hidup yang berat dan tidak seperti yang diharapkan. Pengalaman-pengalaman masa lalu seringkali menjadi hantu yang selalu mengikuti kemanapun berada dan kemanapun berjalan sehingga menyebabkan kita tak mampu memperbaiki diri.
            Permasalahan tersebut sebenarnya bisa dikatakan sebagai bahaya laten atau tersembunyi bagi kita. Karena kita berada dalam kondisi tidak menyadari. Coba bayangkan, setiap orang memiliki masa lalu, setiap orang memiliki pengalaman, setiap orang juga memiliki ketakutan-ketakutan akan masa lalu yang yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang tidak mampu melepaskan diri dari masa lalu, tapi juga tidak sedikit orang yang mampu melangkah jauh dari trauma-trauma masa lalu. Albert Einstein yang pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap idiot oleh gurunya nyatanya dianggap sebagai ilmuwan paling revolusioner di bidang fisika modern. Michael Jordan pernah dikeluarkan dari tim basket sekolah di tahun kedua SMAnya karena dianggap tidak berbakat malah menjadi seorang pemain basket yang dianggap terbaik sepanjang masa. Ya, mereka-mereka telah membuktikan bahwa masa lalu bukanlah belenggu, masa lalu bukanlah pengahalang bagi kita untuk menjadi lebih baik di masa depan, dan masa lalu bukanlah penghalang bagi kita untuk tumbuh menjadi kupu-kupu terindah.
            Ya, telah banyak bagi kita contoh-contoh orang yang telah berhasil lepas dari masa laluyang buruk dan menjadi lebih sukses dari yang ia duga sebelumnya. So, buat kamu, kalian, kita semua, masihkah ada alasan buat kita untuk galau, nggak semangat, dan melakukan hal-hal tidak berguna karena alasan trauma? Tidak ada! Jika mereka-mereka sudah membuktikan bisa move on dan menjadi lebih baik, maka tentu kita juga bisa! Salam untuk Indonesia Optimis J !

Dien Iqbal, 19 November 2012, 8.32 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Pribadi Rendah Hati




           Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan kondisi paling sempurna. Manusia diciptakan Tuhan dengan banyak kelemahan. Seringkali manusia tidak menyadari potensi-potensi yang dimilikinya untuk menjadi luarbiasa. Banyak faktor yang menjadikan manusia tidak menyadari potensi-potensi yang dimilikinya  untuk menjadi orang-orang besar. Salah satu hal yang paling sering kita temui adalah orang-orang yang merasa telah mampu dan hebat, padahal sesungguhnya ada potensi terpendam yang jauh lebih besar dalam dirinya apabila ia lebih bersikap rendah hati dan belajar lebih banyak.
         Dalam berbagai kisah, dapat kita temukan banyak contoh dari orang-orang seperti ini. misalnya seorang jalut yang dikenal sebagai prajurit paling perkasa dan berbadan besar dikalahkan oleh seorang bocah kecil yang hanya berbekal sebongkah batu bernama Daud yang kita kenal sebagai Nabi Daud Alaihi Salam dalam sebuah pertarungan satu lawan satu. Ya, Jalut merasa besar kepala karena merasa dirinya lebih kuat dan tidak akan bisa dikalahkan oleh seorang anak kecil. Justru kesombongannya itulah yang akhirnya membawa kehancuran baginya, ia meremehkan lawannya yang seorang anak kecil sehingga tidak mengeluarkan kemampua terbaiknya dalam bertarung sebagaimana biasanya. Hingga akhirnya ia mati karena lemparan batu dari anak kecil tersebut yang tepat mengenai batok kepalanya.
            Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah tersebut? Ya, manusia adalah makhluk yang banyak kekurangan, tapi kita sendiri sebagai manusia seringkali bersikap dan berperilaku yang menyebabkan munculnya kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Jalut bersikap sombong dan meremehkan. Padahal jika ia serius dan bersikap waspada, tentu sangat mudah baginya untuk mengalahkan Daud kecil.
            Teman-teman hebat, sadarkah bahwa kita manusia diberi begitu banyak kelebihan dan potensi terpendam yang seringkali tidak kita sadari. Potensi-potensi itu akhirnya terbenam dengan sendirinya karena sikap-sikap kita. Maka jadilah insan-insan yang rendah hati, insan-insan yang senantiasa membuka hati untuk belajar, insan-insan yang senantiasa membuka diri untuk mendengar nasihat orang lain, insan-insan yang senantiasa menghormati orang lain. Percayalah sikap-sikap itulah yang akan menjadikan potensi-potensi diri melangit dan menembus batas. Salam Optimis untuk Indonesia J

Dien Iqbal, 18 November 2012, 07.41 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Memulai Langkah Bayi




              Sebelumnya kita telah membahas mengenai pentingnya makna sebuah mimpi, betap mimpi menjadi sebuah pelatuk sederhana yang memberikan kekuatan tiap-tiap orang yang yakin dan percaya. Namun, apakah mimpi bisa terwujud hanya dengan percaya dan yakin? Tidak! Ya, tentu saja tidak. Mimpi adalah pijakan awal dan penjaga semangat, namun untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut tentu harus ada usaha nyata.
            Banyak orang kadang berpikir bahwa menjadi seorang yang berhasil meraih mimpi-mimpi adalah orang-orang yang memang terlahir untuk menjadi sukses. Padahal setiap orang-orang yang berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya bukanlah orang-orang yang terlahir dengan kesuksesan tapi mereka-mereka yang memulai langkah-langkah besar dalam hidupnya dengan langkah-langkah kecil bahkan langkah-langkah bayi.
            Ya, terkesan sepele dan lucu memang ketika mendengar langkah-langkah bayi untuk mengawali sebuah kesuksesan. Tapi percayalah, banyak diantara kita yang menyepelekan dan bahkan tidak memiliki keberanian untuk memulai langkah bayi dalam perjalanan kesuksesan kita. Banyak orang yang akhirnya tidak memulai langkah-langkah besar hidupnya karena tidak memiliki keberanian dan kemantapan hati untuk memulai langkah-langkah bayinya. Banyak orang merasa langkah-langkah bayi hanyalah untuk orang-orang biasa. Padahal setiap orang besar pun memiliki langkah-langkah bayinya masing-masing.
            Kita tidak akan pernah menjadi orang yang memiliki karya yang besar apabila kita tidak pernah memulai langkah bayi. Seorang bayi tidak akan pernah bisa berlari tanpa didahului merangkak, berjalan tertatih, berjalan lancar. Michael Jordan mengambil langkah bayinya menjadi seorang pebasket handal dengan mengalahkan kakaknya dalam permainan satu lawan satu di lapangan kecil belakang rumahnya. Thomas Alva Edison mengambil langkahnya bayinya sebagai seorang ilmuwan dengan mengerami telur ayam di kandang dekat rumahnya. Semua orang besar di dunia ini mengambil langkah bayi, lalu mengapa kita tidak berani mengambil langkah bayi sedari dini? Mulailah mengambil langkah-langkah bayi dalam hidup, mulailah memulai perjuangan meraih impian-impian kita. Dan jadilah orang yang tersenyum di akhir, ussi kita meraih semua mimpi-mimpi besar kita, dengan memulai satu langkah kecil, satu langkah bayi. Salam untuk Indonesia Optimis! J

Dien Iqbal, 16 November 2012, 10.58 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Pentingnya Sebuah Mimpi




                Mimpi, sebuah kata sederhana yang kata banyak seringkali disepelekan oleh banyak orang. Ya, berapa banyak orang yang kita temui sering kali melecehakan dan merendahkan mimpi-mimpi sederhana yang kita miliki. Coba kita ingat, pernahkah ada orang yang bilang, “ah, itu nggak bakalan terwujud.” Ketika kita bercita-cita untuk menjadi sesuatu? Ya, cukup banyak. Namun sebenarnya, seberapa pentingkah mimpi, impian, cita-cita bagi kita? Seorang anak bangsa yang sedang bertumbuh menuju kedewasaan.
                Berbicara mimpi, kita tidak akan membahas mengenai orang-orang biasa, kita tidak akan bicara mengenai orang-orang yang mencemooh. Kita bicara tentang orang-orang besar yang sudah mencapai banyak hal. Ya, kita akan bicara tentang seorang Soekarno, Hatta, Abraham Lincoln, Wilbur dan Orville Wright, Cristiano Ronaldo, Michael Jordan dan masih banyak tokoh-tokoh besar lainnya. Ya, kita akan bicara tentang mereka dan kita. Kenapa kita harus bicara tentang mereka? Karena merekalah yang telah membuktikan bahwa mereka hidup dari mimpi, mereka besar karena mimpi, mereka berhasil karena mimpi.
                Masih kita ingat bagaimana mimpi Soekarno dan Hatta yang ingin melihat bangsanya hidup dari usaha mereka dan merdeka seutuhnya, kita masih ingat bagaimana Abraham Lincoln bermimpi menhapuskan perbudakan atas dasar perbedaan ras di Amerika, kita belum lupa bagaimana Wilbur dan Orville Wright bermimpi melihat manusia bisa terbang di angkasa, kita takkan pernah bisa lupa bagaimana Cristiano Ronaldo memiliki mimpi menjadi pesepakbola terbaik, tentunya kita takkan lupa bagaimana Michael Jordan Bermimpi menjadi pebasket terbaik sepanjang masa. Dan sekarang bisa kita rasakan warisan mereka yang begitu luarbiasa. Karena apakah? Ya, hanya jawaban sederhana yang bisa kita hadirkan sembari menikmati warisan karya mereka. Mimpi!
                Manusia-manusia terbaik hidup karena mimpi! Karena mimpi yang tertanam di hati menghasilkan sugesti bagi diri untuk mewujudkannya. Karena mimpi kita akan bangun lebih pagi untuk melakukan hal-hal yang tidak dilakukan manusia-manusia biasa. Karena mimpi kita akan tertidur lebih malam untuk bekerja dibandingkan manusia-manusia biasa. Karena mimpi kita akan bekerja melebihi batas-batas yang kita miliki, karena mimpi kita akan hidup.
                Ya, sahabat! Kita takkan bisa menjadi luarbiasa tanpa mimpi. Maka bermimpila setinggi-tingginya, sekuat-kuatnya, sekeras-kerasnya. Karena mimpi kita akan menuntun kita menjadi pribadi berkarakter, menjadi pribadi luarbiasa yang takkan pernah kita duga sebelumnya. Bermimpila karena mimpi kita akan menjadi penuntun jalan terbaik yang kita miliki. Jangan takut bermimpi, jangan takut dicemooh, karena mereka-mereka yang mencemooh sejatinya hanya iri karena mereka tidak memiliki mimpi seindah mimpi-mimpi yang kita miliki dan kita perjuangkan. Salam Semangat untuk Indonesia Optimis. J

Dien Iqbal, 15 November 2012, 05:28


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kita Adalah Cinta



Cinta, sajak beku bermakna tak jua temu tafsir sederhana berpadu padan.
Senja adalah gambaran-gambaran sederhana tentang sore.
Senja adalah tafsir dikala merekah bunga-bunga malam berbaur deru burung kembali ke rumah.
Berpulang duka yang jauh dari petualangan alam raya.
Tak jauh dinyana Nampak suram semuram-muramnya muram si penunggu pematang tepi sawah.
Ia tahu bahwa telah pergi cintanya bersama burung-burung yang kembali ke rumah.
Ia percaya, akan kembali esok ria bersama burung-burung kembali ke sawah luas.
Senja tiba, sendu datang, gelap menghampar.
Semua hitam, menghitam dan sehitam kepala kepala yang terbakar terkena meriam.
Cinta adalah teman senja, senja yang suram.
Cinta adalah teman pagi, pagi yang ceria.
Kita tak sedang bersajak tentang cinta dan dunia.
Kitapun tak sedang bersajak tentang cinta dan derita.
Tapi kita bercerita tentang kala senja antara kita dan terang selepas lelap yang pasti.
Kita tak bicara tentang hidup yang mudah.
Kitapun tak sedang bicara mengenai tawa sekarang.
Tapi kita berkisah tentang kita, aku, kamu dan kesederhanaan pagi di ujung matahari yang tersipu malu membuka tabir malam.
Kita adalah kita, aku dan kamu.
Dalam sederhana, mengendap di malam kala terlelap, bermimpi dan bekerja. Sederhana.
Sesederhana lesung yang patah ditempa bunda pagi hari.
Kita adalah aku dan kamu. Kamu dan aku tak ada, tapi kita ada.
Dalam senja, menjemput malam, bersama pagi.
Di tepian pematang yang sama, menunggu burung-burung terbang berlarian.
Cinta adalah senja, malam, dan pagi. Kita adalah cinta.
Dien Iqbal, 14 okt 2012, 12.54 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sabtu, 06 Oktober 2012

ELEGI KAMIS PAGI



Dunia dalam senyap, tak sunyi. Ramai belikat muram semuram air dalam cekungan bejana.
Lari berlari, kabur berantai. Menggenggam sendu malam riuh redam. Guncang dentum kamis pagi.
Hendak tua tapi tak lekas menua, sibuk mencari peran-peran sama yang sama juga mereka.
Karena tak lagi akan ada yang beda antara peran dan dusta. Semua sama tak terbias.
Kering kerontang menyapu tiap kerongkongan di sudut-sudut jalan, lapar adalah teman mereka.
Jangan Tanya pada siapa atau apa mereka berdiri mencari pengharapan di kamis pagi, di tepi jalan kamis pagi.
Jangan Tanya untuk siapa dan apa mereka bangun dan hidup di kamis pagi, di tepi jalan kamis pagi.
Semua tanda Tanya tak lekas terjawab, senyuman-senyuman rendah itu yang bercerita padaku, padamu, dan mereka yang mengerti sabda alam.
Hendak mereka tahu kepada siapa mereka kan meminta.
Hendak hanya bicara mereka-mereka yang diminta itu. Mereka hanya bicara. Di kamis pagi atau di senin pagi.
Bicaranya hanya bualan, bicaranya hanya retorika. Tapi masih banyak yg lapar dan kerontang. Mereka yang lapar dan kerontang.
Beda senyum kenyang dan kerontang.
Hendak bicara apalagikah? Bicarakah menahan lapar?
Aku pergi di kamis pagi, atau senin pagi, terserah sajalah.
Nyanyian masih sama saja, nyanyian lapar di pinggir jalan.
Lari-lari saja menghilang dalam gelap pekat tak berbekas.
Karena cinta hanya karena kasih ada hidup meski lapar dan kerontang.
Hendak kemana pria klimis berdasi merah itu akan pergi di kamis pagi?
Melihat wanita simpanannya atau menyapa ramah dan memberi sepiring nasi mereka yang lapar di pinggir jalan?
Kamis pagi, kan selalu ada tawa tangis, kenyang dan lapar.
Elegi Kamis Pagi.


                                                                           Dien Iqbal, 10 Oktober 2012, 11.42 AM

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rabu, 29 Agustus 2012

Rokok? Indonesia dalam Lingkaran Setan




        Industri rokok, tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu industry terbesar dan penghasil devisa paling signifikan bagi Indonesia. Banyak orang yang bilang bahwa Indonesia tidak akan bisa hidup tanpa industri rokok. Apakah benar? Bisa jadi aktivis dan pegiat anti rokok dan tembakau perlu hasil penelitian dan fakta yang lebih banyak untuk membuktikan bahwa Indonesia bisa hidup tanpa rokok. Tapi satu hal yang perlu kita ketahui dan kita sadari bahwa industri rokok terutama di Indonesia merupakan suatu akibat dari lingkaran setan industri rokok dunia yang dimiliki oleh asing.

               Ada dua hal yang seringkali kita tidak sadar. Pertama, secara tidak sadar kita kembali telah dijajah secara nyata melalui reduksi kesehatan, gawatnya sasaran marketing mereka tidak lagi pada orang dewasa, tapi juga remaja bahkan anak-anak yang secara jelas belum teredukasi dengan baik dan sayangnya belum ada upaya massif dari pemerintah untuk mengedukasi secara luas untuk mengurangi konsumsi rokok bagi anak-anak dibawah umur. Kedua, bangsa Indonesia seringkali berbangga apabila kita berhasil mengikuti jejak langkah barat atau melakukan hal-hal yang terkait dengan Amerika dan Eropa. Dalam hal rokok dan regulasi tembakau apakah sudah? Atau bagaimanakah sebenarnya yang terjadi di dunia barat terkait dengan regulasi tembakau ini? mari kita simak sejenak film dokumenter yang menurut saya seharusnya membuat malu bangsa kita terutama remaja “budak” rokok. Selamat menyaksikan. J





Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 03 Agustus 2012

Apa yang Membuat Hidup Menjadi Bermakna?




         Hidup, sebuah abstrak tak tertembus logika. Apa yang dirasa kadang menjadi pertanyaan seperti apa bentuknya dan bagaimana rasanya. Suatu ketika, ada beberapa orang bertanya, apa itu kehidupan, bagaimana kehidupan itu seperti, dan mengapa kita hidup? Banyak orang telah salah memaknainya, mengambil cara dan jalan yang tak semestinya karena gagal memaknai.


         Sedikit bercerita tentang beberapa orang yang gagal dalam hidupnya, ada seorang pemuda yang mendasarkan hidupnya pada harta, materi, foya-foya. Pada suatu hari, ia menghabiskan uang pemberian orangtuanya dengan mabuk-mabukan. Di perjalanan pulang ia mengalami kecelakaan fatal hingga menyebabkan kelumpuhan permanen pada kedua kakinya. Segala macam upaya dilakukan untuk menyembuhkan kelumpuhannya, besar biaya yang telah dihabiskan untuk pengobatannya, namun hasilnya sia-sia, kelumpuhannya tidak dapat disembuhkan. Dalam keputusasaan dia merenungi hakikat kebenaran kehidupannya. Kosong ia rasa, hampa baginya. Karena setalah kelumpuhannya ia tak lagi mampu melakukan hal-hal foya-foya yang biasanya ia lakukan. Teman-temannya pergi meninggalkannya. Ya, ia baru saja menyadari bahwa hidupnya tersia-siakan, kosong, tak bermakna karena kecintaannya yang berlebih pada harta, materi dan keberadaan.


         Berlanjut ke kisah kedua, seorang pemulung tua hidup di bantaran sungai. Hidupnya sederhana asal cukup makan sehari untuk istri dan dua orang anaknya yang masih bersekolah. Sehari-hari ia bekerja keras membanting tulang untuk menyambung hidup keluarga dan sekolah anak-anaknya. Semua ia jalani dengan ikhlas denga tak lupa mengajarkan kepada keluarganya agar turut ikhlas pula. Semua ia lakukan karena cinta dan keikhlasan. Ia percaya bahwa pada suatu saat akan tiba masa pada keluarganya untuk menjadi lebih baik dengan kerja kerasnya saat ini. Hari demi hari pemulung tua dan keluarganya itu menjalani kehidupan mereka dengan semangat, tanpa keluhan dan penyesalan. Hidup mereka penuh warna, dan kebahagiaan.
        
        Hikmah apa yang bisa kita ambil dari dua kisah manusia tersebut? Ya, hidup ini bukan soal harta, materi, kekuasaan, pangkat, jabatan. Hidup jauh lebih besar daripada itu, makna kehidupan akan kita sibak pada hal-hal kecil yang kita beri setiap hari dan secara teratur kita bangun pada lingkungan terdekat dan orang-orang sekitar kita. Cinta yang sederhana, keikhlasan yang merekatkan. Karena manusia lemah maka kepada Tuhan, ketiadaan, dan kematianlah kita kembali.


         Hingga sampai pada akhir kita akan bertanya dan menjawab, Apa yg lbh baik dari mencintai ketidakberadaan, kematian, dan Tuhan? Tak ada, ketiganya lah kunci kebahagiaan. :) 


Dien Iqbal, 8 Agustus 2012                     4.37 PM

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sabtu, 14 Juli 2012

Seberkas Kasih Tak Berujung





Dalam berbagai kisah, cerita, hikayat beri satu cerita tentang ibu yang tak berhati tak berkasih pada buah hati. Pasti akan sulit menemukannya, atau bahkan tidak akan pernah ditemukan yang demikian. Ya, ibu, bunda, mama sosok yang takkan pernah pudar dan berkurang cintanya pada buah hati. Tapi sudah sejauh manakah  kita sebagai seorang buah hati yang  beranjak remaja telah memberikan seberkas senyuman padanya? Apakah sudah? Atau belum?
                Mari berkaca, merefleksikan diri bagaimana balas cinta kita pada ibunda yang selama ini telah memberikan segalanya bagi kita. Ibunda, yang telah merelakan bertambah berat tubuhnya kala 9 bulan mengandung kita, ibunda yang rela bertaruh nyawa saat melahirkan kita, ibunda yang telah merelakan uangnya habis untuk biaya hidup dan pendidikan kita, ibunda yang telah rela memberikan perhatian berlebih pada kita, ibunda yang tiada putus cintanya pada kita mesti kita telah banyak mengecewakannya, ibunda yang kasihnya tak berujung meski seringkali kita tak mampu memenuhi impiannya. Dan sudahkah kita berlaku sama pada ibunda kita? Memberikan yang terbaik baginya sebagaimana yang telah ia berikan pada kita? Jika kita tahu bahwa dalam setiap agama yang ada di dunia bahwa perintah untuk memuliakan ibu merupakan salah satu perintah paling utama. Dan sudahkah kita menjalankan perintah dan kewajiban yang diberikan oleh agama kita?
                Mari kawan coba kita dalami lebih jauh kepekaan nurani kita sebagai seorang pemuda dan calon pemimpin bangsa, bagaimana mungkin bangsa ini akan menjadi yang besar sementara calon-calon pemimpinnya belum memenuhi kewajibannya kepada orangtua terutama ibunda. Mari kawan kita bawa semangat Indonesia optimis dengan mengawali derap langkah kita bersama restu orangtua terutama ibunda. Mari memulai Indonesia yang maju dengan memuliakan ibunda.

Dien Iqbal, 6 Juli 2012                     6.32 PM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 29 Juni 2012

Jalan Panjang Mencari Negarawan




                Indonesia, sekilas tak ada ragu akan kebesaran bangsa yang sumber daya budaya dan manusianya melimpah ruah. Dulu bangsa ini pernah Berjaya dengan menyandang gelar macan asia karena perkembangan ekonomi , teknologi dan sosio politiknya yang begitu pesat pasca kemerdekaan dan chaos tahun 1966. Namun kejayaan itu perlahan tapi pasti mulai runtuh berganti dengan problematika yang patah tumbuh hilang berganti. Patah satu tumbuh seribu, hilang kecil muncul lebih besar.
                Permasalahan terkini yang bisa dengan mudahnya kita ketahui tentu saja permasalahan degradasi moral pemuda dan kepemimpinan. Tak ada lagi Soekarno yang kharismatik itu, tak ada lagi Buya Hamka yang cerdas lagi religious itu, tak ada lagi Hatta yang jujur tapi tegas itu, tak ada lagi Soedirman yang gagah berani itu. Kini sosok-sosok negarawan itu diganti oleh mereka-mereka yang membawa Indonesia hingga pada kondisi saat ini.
                Pertanyaan besar bagi pemuda kini adalah, mau jadi apakah masa mudamu dan masa depanmu? Kenapa tentang bangsa kita akan selalu berbicara tentang pemuda? Karena kita bicara masa depan makan kita akan selalu bicara pemuda, kita akan selalu bicara tentang generasi muda. Hal ini dipertegas dengan pernyataan tokoh-tokoh dan pemimpin dunia.seperti yang pernah disampaikan seorang tokoh pembaharu mesir, Hassan Albanna, “jika kamu ingin melihat masa depan suatu bangsa, lihatlah keadaan pemudanya”. Soekarno, proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia dalam pidatonya juga menegaskan vitalnya peran pemuda terhadap masa depan bangsa. Dalam pidato tersebut Soekarno mengatakan, “berikan aku seratus orang maka aku akan memindahkan Gunung Semeru dari tempatnya, tapi berikan aku 10 orang pemuda yang menggelora cintanya bagi bangsa, maka aku akan mengguncang dunia”. Mengapa sampai demikian besar perhatian dua tokoh dunia tersebut terhadap pemuda? Karena potensi yang dimiliki oleh kaum muda merupakan modal utama untuk membangun bangsa yang lebih baik.
                Dewasa ini memang sudah mulai banyak gerakan-gerakan luar biasa yang dilakukan oleh pemuda bangsa, hal yang paling terasa adalah dari sektor ekonomi berupa meningkatnya jumlah wirausahawan. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah wirausahawan per Januari 2012 mencapai 3,75 juta orang atau 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Kenaikan ini drastis mengingat pada 2010 tercatat angkanya masih 0,24 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sudah mulai timbul optimism menuju Indonesia mandiri secara ekonomi. Namun apakah itu sudah cukup? Kapan akan muncul sosok-sosok negarawan seperti Soekarno, Hatta, Hamka, Soedirman? Masih jauh rasanya, masih panjang jalannya. Lalu apakah kita harus menunggu berdiam diri? Jawabannya bangkit! Setiap diri kita adalah negarawan, setiap diri kita adalah pemimpin. Setiap kita adalah aktor perubahan bangsa.
                Untuk itu, sudah saatnya membangun optimisme diri sebagai pemuda, sebagai pribadi yang nantinya mengemban tugas meneruskan perjuangan membangun peradaban bangsa. Diawali dengan optimisme diri sendiri, optimisme untuk mampu melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat, dan optimisme untuk memulai segala bentuk kebermanfaat dari sekarang. Karena nantilah saatnya, hal-hal besar akan terjadi karena kita mampu mengatasi hal-hal kecil. Setiap diri kita adalah negarawan, setiap diri kita adalah pemimpin. Setiap kita adalah aktor perubahan bangsa. Mari bangkit, menjadi satu, untuk Indonesia Optimis!

 Dien Iqbal, Gresik, 28 Juni 2012     01.15 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senyumku, Senyummu Seindah Langit nan Biru



Hidup, banyak orang bilang tak semudah dikata. Memang, siapa yang bilang hidup itu mudah? Lika-liku, cobaan, ujian, dan musibah akan selalu hadir dalam kehidupan manusia. Tapi bukankah setiap permasalahan akan selalu ada solusinya? Ya tentu saja. Dari sekian banyak solusi dari setiap permasalahan kehidupan tentu ada beberapa hal sederhana yang setiap saat bias dilakukan dimanapun, kapanpun. Apakah itu? Banyak orang bertanya-tanya apakah ada solusi semudah itu? Tentu saja ada, lalu mengapa hal sesederhana itu tidak sempat terpikirkan oleh banyak orang? Bias jadi karena sebagian besar orang tidak menyederhanakan cara berpikir dalam menghadapi permasalahan. Apakah hal itu? Pasti bertanya-tanya. Ya, hal sederhana itu adalah senyum. Senyum ikhlas adalah obat, senyum ikhlas adalah solusi dari permasalahan. Dalam beberapa studi dan penelitian mengenai kesehatan, telah ditemukan hubungan antara senyum ikhlas dengan dampaknya terhadap kesehatan, seperti sebuah hasil penelitian yang dirilis oleh About menyebutkan 10 manfaat dari senyum, yaitu: 

1. Senyum membuat seseorang lebih menari, Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut atau meringis.

2. Senyum bisa mengubah suasana hati, Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Untuk itu jika merasa sedih, cobalah untuk tersenyum.

3. Senyum bisa menular, Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tapi juga orang-orang disekitarnya, dan membuat hal-hal menjadi lebih bahagia. Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.

4. Senyum bisa meredakan, stress Orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah. Jika sedang stres, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan.

5. Senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Tersenyum bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik. Ketika seseorang tersenyum maka fungsi imun meningkat yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan terhindar dari penyakit seperti flu dan pilek.

6. Senyum menurunkan tekanan darah, Ketika tersenyum maka ada penurunan nilai tekanan darah yang terukur. Cobalah mengukur tekanan darah saat duduk di rumah sambil membaca, lalu tersenyum selama 1 menit dan mengukur tekanan darah kembali, maka akan terlihat perbedaan.

7. Senyum bisa melepaskan endorfin penghilang rasa sakit dan serotonin, Studi telah menunjukkan senyum bisa melepaskan endorfin, senyawa yang bisa mengurangi rasa sakit secara alami dan serotonin. Ketiganya bisa membuat orang merasa lebih baik dan menjadi obat yang alami.

8. Lipatan senyum di wajah bisa membuat orang terlihat lebih muda, Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum bisa membantu mengangkat wajah sehingga membuat orang tampak lebih muda. Karenanya cobalah lebih sering tersenyum agar merasa lebih muda dan lebih baik.

9. Tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses, Orang yang tersenyum akan terlihat lebih percaya diri sehingga lebih dipromosikan, selain itu pasang senyum di setiap pertemuan akan memiliki reaksi yang berbeda.

10. Senyum bisa membantu orang tetap positif, Senyum akan membuat orang lebih positif dan mengurangi pikiran negatif. Dengan mengurangi depresi, stres dan khawatir maka kesehatan seseorang juga akan meningkat dan menghindarinya dari berbagai risiko penyakit. Jadi, apalagi alasan untuk tidak tersenyum? Memulai tersenyum untuk Indonesia optimis! :) 


Dien Iqbal, Gresik, 28 juni 2012       02.34 AM


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 30 Desember 2011

Bukit dan Pencakar Langit



Angin, dalam gerak berjatuhan membawa dingin.
Dingin yang membaur dalam sepi kala menjemput satu persatu mereka yang kan pergi.
Pergi mencari suatu tanda dimana ada damai dalamnya.
Ada tawa yang takkan pernah usang
Sedangkan mereka masih sibuk mencari makan untuk menyumpal mulut mereka.
Mereka yang lupa bahwa ada asap pekat menghitam menyergap mimpi
Mimpi mereka yang masih ada di tetek ibunya.
Bukan kabut yang menyejukkan di kala pagi di lereng Gede, bukan pula Pangrango ataupun Rinjani.
Mata mereka itu hitam sepekat kopi yang diseduh pagi buta. Tak bersisa pandang meski ada paku didalamnya.
Mati saja lah kau jika matimu lebih baik daripada melihat si kecilku menangis lapar.
Bumi pertiwi nan agung laksana istana surga pun tak sudi menelan jasadmu, sampah.
Kami disini tak cari mati tapi akan selalu berhadapan dengan mati.
Biar saja kami mati dengan harga diri, menerbang tinggi jejak abadi kebesaran pertiwi.
Bukan denganmu, bukan. Aku dan bocah –bocah itu nanti. Demi cinta, demi damai, demi bunda.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sebuah Refleksi dalam Bima yang Melaju



Kamis, 25 Agustus 2011-Jum’at , 26 Agustus 2011

Malam ini sedikit menabur aroma haru..
Aku berpikir tentang kejadian yang akan menanti, mendatangi dengan pasti, dengan siap menerkam, menyergap dengan angkuh..
Dan aku harus mempersiapkan kepedihan-kepedihan yang pasti pula..
Mestikah itu kusikapi dengan kepedihan-kepedihan yang menghitam pekat..
Bukankah aku bermimpi untuk tersenyum..
Mengupayakan setiap nafas adalah memberi arti, memberi kehidupan, berbakti, berkarya dalam alunan pengetahuan yang melekat erat dalam pikiran..
Bayangkan saja..hamba ini manusia biasa yang merasa diberkati dalam hidupNYA..
Berhasil melalui tiap-tiap ujian yang bahkan hamba sendiri merasa tak mampu untuk menjalani dengan baik..
Aku hanya berpikir sejauh mana aku bisa bertahan di tepian keraguan, dunia yang penuh keraguan, menyelimuti setiap penat pikiran..
Hingga kadang aku perlu sedikit berlari menjauh karena tak tahan..
Sebenarnya apa? Apa? Mengapa? Aku tahu bahwa aku belum memiliki kapasitas yang cukup mumpuni untuk melakukan kritisasi terhadap ketidakadilan..
Haruskah aku ini mencecar satu per satu, memaknai tiap derai air mata yang enggan berhenti untuk menyapa dunia..
Duniaku yang penuh dengan ketidkpastian..dunia yang selalu kujumpai belum berubah menaik, menanjak, mendaki..
Aku masih terjebak dengan keadaan sekitar, menarik minat sekaligus membelenggu keadaan masa depan..sesuatu yang tak pasti dan selalu menunggu untuk dikerjakan dan diselesaikan..
Aku tak pernah memiliki keinginan menjadi seorang anggota DPR, aku tak pernah memiliki bayangan kelak menjadi seorang pemimpin besar..
Karena aku tahu bahwa akan sangat banyak orang yang dari segi ilmu, akhlak, maupun moral akan berada jauh diatas standar yang aku punya..
Aku hanyalah orang biasa yang menyadari bahwa suatu kontribusi besar tak selalu berwujud besar..
Aku hanyalah orang yang beranggapan bahwa sekecil apapun kebaikan itu harus dilakukan..
Dan aku selalu berusaha untuk memulai tiap-tiap langkahku dengan berbuat nyata sekecil apapun..
Meskipun aku juga sering ragu terhadap situasi dan tindakan yang harus aku ambil..
Aku masih sering ragu..
Namun satu hal yang aku yakini adalah, aku pasti akan berbuat sesuatu untuk negeri ini, bangsa ini..
Martabat kami yang kini seperti ini..takkan lagi seperti ini..

Bergerak, dan melaju..belajar memahami, memaknai hidupku yang sempit ini..terus berkesinambungan..memajukan setiap jejak yang akan terus tertapak di bumi pertiwi kami yang damai..


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Jumat, 25 Maret 2011

Angin Kehidupan



Sore itu, di tepian ku pandang langit yang semerbak berkicau..
Berteman pelangi jingga berkilauan..
Masih membuatku terjaga, bermimpi, berangan, berandai..
setiap jejak langkah yang terujar, membahana memaknai ukiran-ukiran karton biru yang kupandang sambil merona..

Sore itu, kurangkai mimpi, kususun strategi..
Hai, pelangi..aku tak jemu memandangmu, tersenyum terpaku, berujar sembilu-pilu..
tak hitamkan rona, langit bertutur tak ingin berhujan..
Indahnya membagi, berpola, mengangkasa bersama mimpi-mimpi itu..

Kini ku sendiri bersama bayang, yang dulu bukan..
Aku hanya sendiri, menikmati sore hari yang dulu bukan..
Aku hanya sendiri, ataukah menyendiri? mengasing di dunia yang asing..
Aku hanya diam atau hanya terdiam melihat dunia yang pendiam..padaku..

Akankah ku sendiri, melintas langit dan angkasa?
Akankah?

Sanggupkah kurajut mimpi ini sendiri?
Mimpi itu terlalu jauh? ataukah terlalu tinggi sekedar untuk digapai sendiri?
Mungkinkah aku?

Sedalam itukah?
Sehebat itukah?

Tak ada yang pasti, angin itu hidup tak untuk membuaiku, tak untuk mencercaku..
Hanya menghidupkanku..
Sendiri?
Ya, mungkin..selamanya..
Sendiri..
Hidup dengan angin, terbawa angin dan bersama angin..

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO